Pelatih taekwondo SKOI Kaltim, Eny Pangestu Ningsih mnjelaskan, torehan tersebut sudah cukup membanggakan, pasalnya melihat persaingan dengan negara lain.
"Puji Tuhan hasilnya memuaskan, dan bangga sama anak-anak, meski di tengah pandemi mereka masih bisa berprestasi," kata Eny.
Selama wabah Covid-19 para atlet SKOI menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing sehingga hasil ini sangat diapresiasi. “Latiham mandiri yang mereka lakukan ini tidak sia-sia, mereka ternyata berlatih dengan giat sesuai program yang diberikan, tanpa mengikuti kejuaraan-kejuaraan," papar Eny lagi.
Prestasi yang mereka capai tersebut, juga tak luput dari dukungan dari Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim serta keluarga mereka.
"Karena, ditengah pandemi ini, sulit untuk berprestasi, tanpa adanya motivasi dari berbagai pihak. Mudahan, mereka bisa lebih giat lagi dalam berlatih dan tidak cepat puas dengan yang mereka raih saat ini," tutup Eny. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur
Pelatih taekwondo SKOI Kaltim, Eny Pangestu Ningsih mnjelaskan, torehan tersebut sudah cukup membanggakan, pasalnya melihat persaingan dengan negara lain.
"Puji Tuhan hasilnya memuaskan, dan bangga sama anak-anak, meski di tengah pandemi mereka masih bisa berprestasi," kata Eny.
Selama wabah Covid-19 para atlet SKOI menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing sehingga hasil ini sangat diapresiasi. “Latiham mandiri yang mereka lakukan ini tidak sia-sia, mereka ternyata berlatih dengan giat sesuai program yang diberikan, tanpa mengikuti kejuaraan-kejuaraan," papar Eny lagi.
Prestasi yang mereka capai tersebut, juga tak luput dari dukungan dari Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim serta keluarga mereka.
"Karena, ditengah pandemi ini, sulit untuk berprestasi, tanpa adanya motivasi dari berbagai pihak. Mudahan, mereka bisa lebih giat lagi dalam berlatih dan tidak cepat puas dengan yang mereka raih saat ini," tutup Eny. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur