Minggu, 30/01/2022

Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah dengan Pemberdayaan UMKM

Minggu, 30/01/2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah dengan Pemberdayaan UMKM

Minggu, 30/01/2022

logo

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

KORANKALTIM.COM, SEMARANG - Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia merupakan komitmen pemerintah.

Sebagai satu dari beberapa motor penggerak pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, UMKM memegang peranan penting terhadap PDB dengan kontribusinya yang mencapai 61 persen dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyempatkan diri untuk mengunjungi kegiatan UMKM di Desa Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Minggu (30/01/2022) hari ini.


Sembari berkeliling mengunjungi booth usaha mikro, Airlangga juga melakukan dialog langsung dan berdiskusi dengan para pelaku UMKM yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga. “Pemerintah telah menyiapkan beberapa program agar usaha-usaha Ibu dapat terbantu di masa pandemi. Selain itu, dengan minyak goreng seharga Rp14 rbibu ke bawah, dapat membantu para pelaku UMKM,” ujar Airlangga.

Dalam kunjungan tersebut, sedikitnya terdapat 20 UMKM yang berpartisipasi, antara lain Melati Nata De Coco, Pecel Bu Gendul, Mooicraf, Mecca Jewellery, Warung Bu Kayah, serta berbagai usaha mikro lainnya.

Sutia, satu dari pelaku UMKM yang memiliki usaha produksi nata de coco rumahan tanpa bahan pengawet dengan label Melati Nata De Coco menjelaskan, usaha yang dirintis berkat dorongan suaminya tersebut dimulai saat dirinya terkena pemutusan hubungan kerja.

Dalam rangka membantu UMKM terdampak pandemi Covid-19 agar dapat bangkit kembali, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan diantaranya adalah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Dukungan UMKM.

Pada tahun 2021, terdapat beberapa stimulus pada program PEN Dukungan UMKM dengan alokasi anggaran sebesar Rp96,21 triliun yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, antara lain Subsidi Bunga (KUR dan Non KUR), Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP). Selain itu, terdapat pula dukungan tambahan berupa pembebasan rekening minimum, biaya beban dan abonemen listrik yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM.

Tercatat sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 lalu, total realisasi PEN Dukungan UMKM untuk tahun 2021 sebesar Rp83,19 triliun dengan jumlah debitur/UMKM sebanyak 34,59 juta.

Untuk Jawa Tengah, total UMKM yang telah memanfatkan BPUM mencapai 1.600.165 penerima, yang di antaranya telah disalurkan di Kota Semarang sebanyak 73.913 penerima dan Kabupaten Semarang sebanyak 30.390 penerima.


Ditambah lagi, pada tahun 2022 pemerintah juga kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp373,17 triliun dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3 persen sehingga suku bunga KUR 3 persen berlanjut hingga akhir Juni 2022.

“Dengan hadirnya program-program pPemerintah yang ditujukan untuk pemulihan dan penguatan UMKM diharapkan stabilitas ekonomi di daerah, khususnya di Kota Semarang ini, dapat tercapai,” pungkas Airlangga.  (*/kk)


Editor: Aspian Nur

Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah dengan Pemberdayaan UMKM

Minggu, 30/01/2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.