Selain mengandalkan tenaga sukarela, kegiatan ini juga dibiayai dari hasil patungan masyarakat, tanpa adanya anggaran yang bersumber dari APBD Kutim. Jalan tersebut merupakan akses utama untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Ketua RT 06 Desa Suka Rahmat, Rusdiana, mengatakan perbaikan jalan dilakukan karena kondisi ruas yang rusak dan berlubang sehingga mengganggu mobilitas warga.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat. Karena kondisinya banyak yang berlubang,” jelasnya, Senin (27/7/2026).
Warga kemudian melakukan penimbunan dan pemerataan material agregat di sepanjang jalan. Sedikitnya 20 rit material digunakan, yang seluruhnya dibeli dari hasil swadaya masyarakat.
Rusdiana mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dana yang terkumpul dari patungan mencapai lebih dari Rp10 juta tanpa bantuan pemerintah.
“Semua ini murni hasil swadaya. Warga dengan sukarela menyisihkan rezekinya, termasuk para petani yang setiap hari melintasi Jalan tersebut,” bebernya.
Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap fasilitas umum di lingkungan tempat tinggalnya. Budaya kebersamaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menjaga infrastruktur secara mandiri.
“Inilah kekuatan kebersamaan. Ketika masyarakat bersatu tentu persoalan bisa diselesaikan tanpa harus menunggu bantuan,” pungkasnya.
Editor: Erwin