Dalam kunjungan tersebut, Mahyunadi mengaku merasa seolah berada di luar negeri karena pimpinan perusahaan tidak fasih berbahasa Indonesia.
Oleh karena itu, ia meminta agar manajemen hingga karyawan perusahaan menggunakan bahasa Indonesia dalam seluruh aktivitas komunikasi, baik internal maupun eksternal.
“Sudah berapa tahun di sini, tapi belum bisa berbahasa Indonesia?” tanya Mahyunadi kepada pihak manajemen, yang saat itu didampingi oleh seorang juru bahasa atau penerjemah.
Ia juga menekankan agar perusahaan menempatkan orang-orang di posisi strategis seperti manajer yang mampu berbahasa Indonesia.
“Setidaknya bisa menerjemahkan apa yang kami sampaikan, agar kami tidak merasa seperti sedang melakukan kunjungan ke luar negeri (China),” jelasnya.
Ia berharap, dalam kunjungan selanjutnya, pimpinan perusahaan sudah fasih berbahasa Indonesia, sehingga tidak lagi bergantung pada juru bahasa.
Editor: Erwin