Aksi massa berkumpul Masjid Al-Abror, Jalan Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara, kemudian akan bergerak menuju Polres Kutim dan Kantor DPRD Kutim.
Aksi tersebut merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan publik, baik nasional dan lokal di daerah.
“Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai. Kami berharap aparat kepolisian dapat mendukung jalannya aksi agar tetap kondusif,” ujar Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Andi Nur Ihsan Bahri.
Pihaknya menegaskan komitmen menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Aksi tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.
“Setidaknya ada 30 poin tuntutan berkaitan isu nasional dan lokal. Kami harap agar aspirasi kami ditindaklanjuti hingga ke pusat,” jelasnya
Sementara, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menyebutkan, kehadiran polisi di tengah-tengah aksi bukan untuk menghalangi, melainkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Kami hadir untuk mengawal dan menjaga keselamatan semua pihak. Kami memahami bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang,” ujar Kapolres.
Sebelumnya, Kapolres berkomitmen siap mundur dari jabatan jika ada aparat atau personel melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.
“Kita memastikan menjaga masa aksi agar tetap berjalan dengan aman, lancar dan humanis,” pungkasnya.
Editor: Erwin