Plt Asisten Pemkesra Sekkab Kutim, Trisno menyebutkan, perayaan tetap dilaksanakan dengan cara sederhana karena sumber anggaran masih nihil.
Hal tersebut dampak dari efisiensi anggaran sehingga tak ada anggaran khusus seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kita menyiapkan konsep baru, merayakan bersama pihak swasta, paguyuban dan masyarakat dengan menekankan kreativitas serta partisipasi publik,” ujarnya.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan melalui koordinasi, partisipasi masyarakat, maupun melibatkan pihak swasta.
“Tidak semua kegiatan harus berbasis anggaran. Meskipun belum ada alokasi anggaran HUT Kutim tetap terlaksana,” imbuhnya.
Dengan melibatkan sejumlah penguyuban mereka diharapkan berkontribusi meramaikan HUT Kabupaten Kutim pada 12 Oktober mendatang.
Selain itu, setiap desa diharapkan menghadirkan festival lokal agar perayaan menjadi rangkaian wisata lima hari penuh, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kreativitas dan partisipasi publik menjadi kunci kesuksesan acara,” pungkasnya.
Editor: Erwin