Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, proses pelantikan pengambilan sumpah atau janji pejabat bukan sekadar formalitas. Tetapi betul-betul memahami tugas dan fungsi (Tufoksi).
"Jabatan itu merupakan amanah sehingga harus bekerja secara maksimal dengan melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik," kata Ardiansyah.
Para pejabat diminta segera melakukan penyesuaian diri dengan menyusun program kerja sesuai tanggungjawab yang diberikan.
Ardiansyah juga merefleksikan makna lagu Mars Kutim yang memiliki makna secara luas dari berbagai sektor baik dibidang pendidikan, parawisata, pertanian, kelautan dan kesehatan. "Kutim memiliki kewilayahan yang luas. Mars Kutim jadi refleksi sebagai amanat untuk bekerja," ujarnya.
Para pejabat yang ditunjuk harus siap bekerja dan ditempatkan di mana saja. Hal itu sudah menjadi komitmen bekerja. "Teks Mars Kutim menjadi cerminan untuk kerja. Kalau diterjemahkan sangat luas," tegas Ardiansyah.
Adapun delapan jabatan yang dirotasi empat diantaranya merupakan Kepala OPD dan lainnya jadi Asisten dan Staff ahli Bupati. Tiga Kepala OPD yakni, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Riset dan Inovasi Daerah, Inspektur Inspektorat Wilayah (Itwil) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Editor: Aspian Nur