Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutai Timur, Muhammad Naim, mengatakan bahwa setelah menerima laporan terkait karhutla di RT 15 di Desa Sepaso Barat, petugas segera melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.00 WITA.
"Kami mengetahui adanya kebakaran setelah adanya laporan dari warga sehingga langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman," jelas dia saat dikonfirmasi pada Senin (4/8/2025).
Setelah itu, api kembali muncul di RT 03, yang diduga merupakan sisa dari kobaran api sebelumnya yang merambat ke area sekitar. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga malam hari.
“Sekitar pukul 17.00 api kembali muncul kemungkinan karena angin dan kondisi lahan kering dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WITA," jelasnya.
Dalam upaya penanganan karhutla, tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan, antara lain unit alkon apung, selang, pompa gendong, ember, serta kayu sebagai alat bantu untuk menghalau api.
Berbagai pihak turut terlibat dalam penanganan kebakaran ini. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau yang rawan memicu penyebaran api secara cepat.
Pihak terkait juga segera menindaklanjuti laporan untuk mencegah kemungkinan kebakaran susulan, serta melakukan pemantauan lanjutan di wilayah-wilayah yang rawan karhutla.
“Perlu kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat untuk mencegah karhutla. Sebaiknya jangan membakar lahan,” pungkasnya.
Editor: Erwin