Kontingen Kutim akan bersaing dalam enam belas cabang olahraga rekreasi, mulai dari ketapel, belogo, gasing, sumpit hingga senam dan panco yang mencerminkan kekayaan budaya serta tradisi lokal.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pesan agar Fornas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dan pemersatu bangsa melalui olahraga yang berbasis budaya dan tradisi.
“Junjung tinggi nilai-nilai kebugaran, budaya dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menaruh harapan agar atlet KORMI kontingen Kutim tampil percaya diri, menjaga kekompakan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Membawa olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Keikutsertaan kontingen tidak semata untuk mengejar prestasi, tetapi juga memperkuat relasi antar komunitas di tingkat nasional,” harapnya.
Sementara, Ketua KORMI Kutim Angga Redi menekankan agar para atlet Kutim membawa misi besar. Memperkenalkan wajah rekreasi rakyat yang sehat, membumi dan menyatukan.
“Alhamdulillah kesiapan dan semangat para pegiat olahraga rekreasi memperkenalkan budaya dan kekayaan lokal,” jelas dia.
Atlet Kutim berangkat dengan semangat kolaborasi. Tidak hanya sekadar penonton dalam pentas olahraga nasional.
“Semangat kebersamaan dan kolaborasi optimis bisa meraih prestasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin