Brand ini memiliki makna khusus, mewakili air mineral berkualitas yang berasal dari wilayah Sangatta. Identitas visualnya ditonjolkan melalui huruf A berwarna merah, yang mencerminkan semangat patriotisme, keberanian, serta optimisme dalam menyediakan air minum yang layak dan higienis bagi masyarakat.
Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa kehadiran SangattAqua tidak sekadar memenuhi kebutuhan akan air minum berkualitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
“Kami berharap SangattAqua menjadi simbol kemandirian dan inovasi daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Kutim,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama Perumda TTBKT, Suparjan menjelaskan bahwa gagasan pendirian pabrik AMDK ini telah lama diinisiasi oleh Bupati Kutim setelah melakukan kunjungan kerja ke Jembrana, Bali, pada tahun 2012.
“Saat itu bupati terinspirasi dari keberhasilan pabrik AMDK di Jembrana yang mampu menyediakan air minum layak langsung dari keran. Gagasan tersebut terus diperjuangkan dan akhirnya hari ini dapat terwujud,” ujar Suparjan.
Proses mewujudkan produk AMDK SangattAqua menempuh perjalanan panjang, yang dimulai dengan kunjungan studi banding ke PDAM Tirta Marta Yogyakarta pada Mei 2023. Langkah ini kemudian dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 31 Mei 2024, peresmian fasilitas produksi pada 17 September 2024, serta penyelesaian seluruh proses perizinan, termasuk NIB, SNI, izin BPOM, Sertifikat Merek, dan sertifikasi Halal yang rampung di Oktober 2024 hingga Juni 2025.
Setelah dinyatakan aman, higienis, dan layak konsumsi berdasarkan hasil uji laboratorium oleh PT Sucofindo, SangattAqua kini resmi dipasarkan dalam berbagai kemasan praktis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Produksi kemasan botol 600 ml 1.667 dus per bulan, Botol 330 ml 1.917 dus per bulan, Gelas 220 ml 1.292 dus per bulan. Estimasi total produksi sebanyak 4.875 dus per bulan,” ujarnya.
Produk ini dipasarkan dengan strategi multi-segmen, menyasar koperasi karyawan, OPD, hotel, universitas, perusahaan swasta, toko kelontong hingga rumah tangga.
Editor: Erwin