Menanggapi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) membantah adanya keterlambatan distribusi. Antrean tersebut diduga dipicu oleh meningkatnya konsumsi jelang Hari Raya Iduladha.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menegaskan bahwa distribusi elpiji 3 kilogram berjalan normal, baik di tingkat agen maupun pangkalan.
Adapun sejumlah warga ramai mengantre mendapatkan gas melon bersubsidi ini bukan karena langka atau adanya keterlambatan distribusi.
“Sebelumnya kami sudah minta kuota fakultatif dari pihak Pertamina. Besok tetap ada distribusi jadi tidak perlu khawatir,” jelas dia saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (5/6/2025).
Dengan peningkatan daya pakai ini, sehingga banyak warga merasa khawatir kehabisan stok. Pihaknya memastikan distribusi ke agen maupun ke pangkalan tetap ada pada saat hari H Iduladha.
“Kami minta agar proses distribusi diprioritaskan bagi pengguna langsung bukan ke warung pengecer,” tegasnya.
Pihaknya juga secara masif melakukan pemantauan di lapangan agar distribusi tabung gas 3 kilogram tepat sasaran. Disperindag bersama pihak aparat akan melakukan pengawalan.
“Tim akan memantau ketersediaan stok di sejumlah agen dan pangkalan. Untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram harus membawa identitas KTP dan KK,” pungkasnya.
Editor: Erwin