Hal ini dilakukan karena adanya pemeliharaan pipa utama yang tersumbat oleh endapan kapur sehingga berdampak pada pelanggan di wilayah Kaliorang dan Sangkulirang.
Hal itu juga harus dilakukan mengingat keterbatasan jam operasional pompa booster SP5 sehingga dibutuhkan pembagian pengaliran air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.
Dirut Perumda TTBKT Suparjan menjelaskan, pengaturan pengaliran air ini diberlakukan secara bergilir dengan pembagian pengaliran menjadi dua wilayah. "Setiap wilayah akan dialirkan air selama dua hari. Pengaliran air dijadwalkan di sejumlah wilayah tertentu," ujar Suparjan kepada Korankaltim.com Sabtu (31/5/2025) hari ini.
Perumda mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan terhadap pemakaian dan kondisi instalasi pipa di rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya kebocoran yang dapat menyebabkan pembengkakan tagihan air.
"Kami akan mengatur pengaliran air secara terjadwal untuk memastikan pasokan air ke beberapa desa di Kecamatan Kaliorang," sebut Suparjan lagi.
Pelanggan dapat mengikuti informasi terbaru guna menyesuaikan kebutuhan air selama berlangsungnya pengaliran bergilir. Bagi Pelanggan di Sangkulirang, pihaknya akan menyuplai air baku apabila bak boster yang berada di Desa Bumi Sejahtera SP5 telah terisi penuh.
"Ini bertujuan untuk memastikan pasokan air yang lebih baik. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga," tutupnya.
Editor: Aspian Nur