Sejumlah pengendara mengeluhkan motor mereka nyaris mogok karena mengalami gejala tersendat atau brebet, yang mengindikasikan mesin tidak bekerja secara optimal.
Aji Maulana, salah satu pemilik motor jenis KLX, mengaku motornya mogok setelah mengisi BBM di salah satu SPBU di Sangatta. Karena tarikan tak kunjung stabil, hingga hingga membawanya ke bengkel.
“Awalnya tarikan melemah, sendat-sendat kayak kemasukan air. Hitung-hitung lumayan juga ongkosnya,” beber dia saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu (6/4/2025).
Beberapa warga lainnya juga mengalami hal yang sama. Untuk itu para pengendara lebih selektif mengisi BBM apalagi musim liburan panjang.
Salah satu netizen Kecamatan Kaliorang, mengabadikan perjalanan saat mendapat BBM bermasalah. “Jalur Kaltim aman, tapi tidak dengan kualitas BBMnya,” ujar Anjar di media Sosial Facebook.
Mobil yang dikendarainya selalu menggunakan BBM jenis Pertamax, karena enggan mengantre berjam-jam untuk mengisi Pertalite.
“Ndilalah, mudik kemarin SPBU di Berau yang dituju tutup, bensin udah tinggal dua strip. Cobalah isi Pertalite eceran,” ucapnya.
Awalnya ia mengira kondisinya masih aman. Namun, belum sampai 1 kilometer perjalanan, mesin sudah mulai terasa bermasalah. Meski begitu, dalam situasi tersebut, mau tidak mau ia tetap harus melanjutkan perjalanan.
“Nggak mungkin kuras tangki saat itu juga. Ngejar speed penyebrangan kalo kesorean nggak ada speed soalnya,” beber dia.
Sesampainya di tujuan, ia langsung menguras sisa bahan bakar di tangki. Sebelumnya, ia sudah merasakan adanya suara dengung dari pompa bensin, padahal baru saja diganti satu set belum genap setahun.
“Bau tiner bah. Kalau RPM tinggi kadang masih ngadat. Duh harus turun tangki rupanya,” pungkasnya.
Editor: Erwin