Beberapa rumah warga yang terdampak banjir parah khususnya di Gang Loa Mali, Kecamatan Sangatta Selatan, membuat mereka yang bermukim di kawasan itu memilih untuk dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pagi tadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur Muhammad Naim menyebutkan, mereka bersama tim gabungan terus memantau titik banjir yang terdampak besar.
"Ada delapan perahu karet yang sudah diterjunkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak parah," kata Naim saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Debit air mulai naik sejak kemarin dan pergerakan air sudah merendam area Loa Mali, Masabang, Rudina, Kabo Jaya dan Apt Pranoto arah Kampung Kajang. "Kami imbau bagi warga butuh evakuasi untuk melaporkan ke petugas di lapangan untuk mendapat pertolongan," imbaunya.
BPBD Kutim berharap agar tidak terulang banjir besar yang pernah terjadi pada 2022 silam. Mereka juga melakukan monitoring level air sungai Sangatta di lokasi pantau intake IPA Kabo milik Perumda TTBKT.
Acuan dari rata rata permukaan air laut, jika Reduced Level (RL) 4,75 berarti air pada posisi 4 meter 75 centimeter di atas rata rata permukaan air laut. Level hijau intake IPA kabo dibawah RL 7.69 (aman operasi). Level kuning intake IPA kabo di RL 7.70 - 8.20 (tetap beroperasi dgn bantuan perahu)
Level merah intake IPA kabo di atas RL 8.21 (lantai panel intake terendam dan berbahaya).
Editor: Aspian Nur