Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Mahyunadi menegaskan bahwa pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Kenyamukan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Sebelumnya kan direncanakan untuk beroperasi di 2025 tahun ini, namun ditunda hingga awal 2026 mendatang. Besar harapan Pelabuhan Kenyamukan bisa beroperasi secara normal pada 2027-2028 mendatang,” ucapnya.
Penundaan tersebut diakui terjadi akibat efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melengkapi fasilitas penunjang pelabuhan agar dapat segera beroperasi.
“Kita akan inisiasi melakukan penambahan dermaga untuk aktivitas bongkar muat,” ungkapnya.
Sehingga dermaga tersebut dapat digunakan untuk bongkar muat batu maupun material lainnya.
Keberadaan Pelabuhan Kenyamukan sangat strategis sehingga dapat meningkatkan efisiensi logistik dan distribusi bahan material di wilayah Kutim.
“Tentu saja dapat mempercepat proses pembangunan di daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin