Pencarian yang memasuki hari keempat ini masih terus berlangsung, meskipun tim menghadapi tantangan cuaca buruk.
Koordinator Pos SAR Kutim, Aurelius Godja mengatakan bahwa sesuai keterangan saksi, Ahmad terakhir kali terlihat sedang berjalan di atas tongkang BG Duta Bahari 2 yang sedang berjangkar, Kamis (26/12/2024) pagi. Namun, keesokan harinya saat kapal hendak bersandar, Ahmad tidak ditemukan di tempat yang seharusnya membantu proses tersebut.
“Kami mulai curiga karena Ahmad tidak terlihat saat kapal mau bersandar. Setelah dicari bersama rekan-rekan, kami menduga ia tercebur. Saat itulah kami melapor ke pihak berwajib,” ujar Godja, Senin (30/12/2024).
Menanggapi laporan tersebut, Pos SAR Kutai Timur langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat (0°36’20.10”N 117°43’2.76”E), berjarak sekitar 125,22 kilometer dari Pos SAR Sangatta.
Area pencarian pun sudah diperluas hingga 44 mil laut persegi (Nm²) dengan menggunakan pola Parallel Sweep. Pencarian dibagi menjadi tiga SRU, masing-masing menggunakan Rubber Boat Basarnas, Speedboat Polairud Polda Kaltim, dan Speedboat Pos AL Muara Bengalon.
Tim menghadapi kendala cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras dan gelombang laut yang tinggi. Hal ini memperlambat proses pencarian di lapangan. Kondisi cuaca menjadi tantangan utama, namun Tim SAR gabungan tetap berusaha maksimal untuk menemukan korban.
“Hingga saat ini, hasil pencarian belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga ada hasil yang pasti,” jelasnya.
Operasi SAR gabungan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. Tim tetap fokus meski menghadapi tantangan berat demi menemukan korban secepat mungkin.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari yakni, Tim Rescue Pos SAR Sangatta, Polairud Polda Kaltim, Polairud Muara Bengalon, Pos AL Muara Bengalon, awak kapal TB Berkat Bahari dan masyarakat sekitar.
Editor: Erwin