Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap karena keterbatasan kapasitas ruangan. Sehingga disetiap sesi hanya 100 peserta yang dapat mengikuti ujian menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) di ruang Laboratorium, Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pihaknya terus optimis agar semua tenaga honorer atau Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) dapat menjalani tes dengan maksimal agar dapat terangkat menjadi PPPK.
“Semoga bisa lulus tes. Semua memiliki peluang dan kesempatan yang sama,” jelas Ardiansyah pada Rabu (4/12/2024).
Diakui, Kutim salah satu daerah yang memberikan kesempatan penuh kepada semua TK2D menjadi PPPK. Hak itu sesuai hasil pengajuan dan mendapat persetujuan dari KemenpanRB.
Ketersediaan kouta 4.303 formasi PPPK yang dibuka secara khusus untuk TK2D bukan umum dengan harapan semua bisa terangkat jadi PPPK.
“Tentu semua bisa diwujudkan karena kita memiliki APBD yang cukup besar sehingga mampu mengakomodir gaji pegawai nantinya,” jelasnya.
Pemkab Kutim melalui BKPSDM memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil serta proses tes seleksi berjalan lancar.
“Kami harap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini karena belum tentu memiliki peluang yang sama,” jelasnya.
Editor: Erwin