Ketua KPU Kutim Siti Akhlis Muafin menjelaskan, debat publik ini merupakan rangkaian tahapan Pilkada untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat secara luas secara terbuka dan disiarkan live streaming.
"Debat publik ini pemaparan secara gamblang terkait visi dan misi dan program kerja unggulan antar paslon yang akan diusung bila terpilih nantinya," jelas Akhlis kepada Korankaltim.com usai debat public malam tadi.
Debat publik terbagi enam segmen, pemaparan visi misi secara bergantian dan saling menanggapi antar paslon yang diawali oleh paslon 01 memaparkan visi dan misi dan program kerja. Para pendukung saling bersorak-sorak kepada calon masing-masing.
Kasmidi turut mengapresiasi semangat dan antusias para pendukung dan relawan yang telah memberikan dukungan dan siap merealisasikan visi Mewujudkan Kutim lebih baik, lebih maju dan berkelanjutan untuk semua.
Adapun tujuh poin misi selaras program kerja percepatan pembangunan dibidang pendidikan, infrastruktur, ekonomi dan teknologi informasi.
"Kami mengapresiasi antusiasme partai pengusung dan relawan yang dapat ikut menyaksikan langsung. Apabila diamanahkan memimpin Kutim akan kita laksanakan dan kita tuntaskan semuanya," ujar Kasmidi.
Sementara Ardiansyah Sulaiman memaparkan visi Terwujudnya Kutim tangguh, mandiri dan berdaya saing, selaras dengan lima poin misi dalam percepatan pembangunan melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), transformasi ekonomi, tata kelola pemerintahan, infrastruktur dasar dan digital dan pengelolaan lingkungan hidup.
"Kami juga memiliki program bantuan RT setiap tahun. Rumah layak huni dan bantuan UMKM Desa," ujar Ardiansyah.
Setelah debat pertama ini, KPU Kutai Timur masih akan menggelar lagi debat kedua pada tanggal 19 November nanti di Samarinda.
Editor: Aspian Nur