"Secara keseluruhan jumlah koperasi yang ada di data kami yang aktif dan rutin melakukan RAT hanya berkisar 30 persen," kata Kepala DiskopUKM Kutai Timur Teguh Budi Santoso kepada korankaltim.com saat penutupan gebyar koperasi 2024 Sabtu (11/5/2024) malam tadi.
Gebyar Koperasi 2024 di Kutai Timur diikuti 42 koperasi dan 80 UMKM. "Alhamdulillah acaranya sukses terlaksana empat hari berturut-turut. Sejumlah artis papan atas turut menghibur masyarakat," jelas Teguh lagi.
Kesuksesan Gebyar Koperasi 2024 dengan pencapaian transaksi mencapai Rp1,1 Miliar, memperlihatkan betapa besar potensi koperasi di kabupaten tersebut.
"Tantangan selanjutnya tentu harus bisa mengoptimalkan peluang ini agar koperasi dan UMKM menjadi lebih produktif dan mandiri,” ungkap Teguh.
Sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan aktif, DiskopUKM memberikan penghargaan kepada 59 koperasi yang secara konsisten melaporkan kegiatan mereka.
"Kami terus mendorong koperasi dan UMKM untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan kompetensi, termasuk menyelenggarakan pelatihan e-catalog bagi UMKM, perencanaan hingga pemasaran. Setiap tahapan harus dikelola secara professional, juga menjaga kualitas produksi, memperhatikan aspek kemasan hingga strategi distribusi," papar Teguh.
Sekedar diketahui, sebelumnya Kementerian DiskopUKM RI telah menunjuk tiga koperasi asal Kutai Timur beralih status jadi koperasi modern, yaitu Koperasi Taruna Mandiri di Kecamatan Kaubun, Koperasi Usaha Tani Sejahtera di Kecamatan Muara Wahau dan Koperasi K3PC milik PT KPC.
Editor: Aspian Nur