Selasa, 06/02/2024
Selasa, 06/02/2024
Priyanto (tengah) saat memperlihtakan hasil panen pisang Grecek asal Kaliorang. (Foto: Istimewa)
Selasa, 06/02/2024

Priyanto (tengah) saat memperlihtakan hasil panen pisang Grecek asal Kaliorang. (Foto: Istimewa)
Penulis:*/Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Siapa sangka pisang kepok grecek asal Kutai Timur (Kutim) secara konsisten melakukan ekspor di sejumlah negara. Di bawah naungan Koperasi Taruna Bina Mandiri (TBM) Desa Kadungan Jaya, kali ini telah mengekspor sebanyak 40 ton ke Jepang.
Ketua Koperasi TBM, Priyanto, mengatakan pihaknya telah ekspor perdana ke Jepang pisang kepok grecek yang diangkut menggunakan truk menuju Pelabuhan Kota Balikpapan. Melalui ekspor tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kontinue produksi pisang kepok grecek.
"Agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Alhamdulillah komoditi pisang grecek bersaing di pasar internasional," jelas Pri sapaan akrabnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan kontinuitas produksi pisang kepok grecek agar dapat terus menembus pasar internasional. Dalam pengembangan perkebunan pisang ini masih mengalami kendala yakni akses menuju lahan pertanian ini masih kurang layak di lintasi karena masih dalam kondisi tanah liat. Apabila hujan turun saat mengeluarkan hasil panen pisang tidak bisa dan ini sangat berpengaruh dalam hal waktu.
"Kami sudah mengusulkan bantuan meningkatkan jalan usaha tani agar lebih layak dilintasi karena untuk menunjang proses produksi," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum mengatakan untuk luas perkebunan pisang kepok sudah mencapai 1.270 hektare (Ha). Terbagi di empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Kaliorang 770 Ha, Kaubun 250 Ha, Sangkulirang 50 Ha dan Karangan 200 Ha.
Dalam perkembangannya, pemasaran pisang kepok saat ini, kebutuhan konsumen mencakup pemenuhan kebutuhan lokal, regional dan ekspor ke luar negeri.
Sementara untuk kebutuhan lokal akan menjadi pemasok untuk Kota Sangatta, Bontang, Samarinda dan Balikpapan. "Rata-rata pasokan sebanyak 30 ton per hari atau sekitar 900 ton per bulan," ungkap Dyah pada Senin (5/2/2024).
Sementara untuk kebutuhan regional dikirim ke Kota Banjarmasin, Surabaya dan Bali. Potensi produksi pisang kepok yang berlimpah tersebut juga dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM setempat untuk dijadikan produk olahan seperti keripik pisang dan bahan kue lainnya.
Dalam proses ekspor ke sejumlah negara, ia mengaku harus melewati perjalanan cukup jauh dari Kutim ke pelabuhan Balikpapan untuk sejumlah produk yang siap di ekspor.
"Karena kita belum memiliki pelabuhan sehingga harus mengirim melalui pelabuhan Kariangau di Balikpapan. Ke depan kita harapkan agar di Kutim memiliki pabrik industri," bebernya.
Diakui, pihaknya melakukan ekspor pisang kepok keluar negeri untuk memenuhi permintaan pasar. Pihaknya juga mengharapkan adanya pembangunan industri pengolahan hortikultura di Kutim. "Semoga ke depannya terus meningkat lagi untuk jumlah ekspor," tukasnya.
Editor: Maruly Z
Selasa, 06/02/2024
Priyanto (tengah) saat memperlihtakan hasil panen pisang Grecek asal Kaliorang. (Foto: Istimewa)
TERPOPULER