Terlihat pelaku sedang naik ke pintu depan truk untuk mengancam, namun sopir langsung tancap gas dan pelaku ikut tergelantung di luar. Setelah mengetahui kejadian tersebut, tim macan Polres Kutim langsung bergerak melakukan penyelidikan.
Kapolres Kutim, AKBP Ronni Bonic melalui Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, pelaku nekat melakukan aksi pembegalan karena mangaku depresi. "Pelaku diketahui telah bercerai dengan istrinya dan mengira anak istrinya ikut di dalam mobil," jelas Dimitri dalam keterangan resminya pada Minggu (19/11/2023).
Awalnya, pelaku ID yang mengendarai sepeda motor menyalip lalu menghentikan truk. Diduga hendak memalak, pria tersebut kemudian menaiki tangga truk dan meminta sopir menurunkan kacanya. "Karena merasa aneh, sopir tiba-tiba menutup kaca mobil dan memacu kendaraannya dengan kencang," jelasnya.
Pelaku posisi bergelantungan di pintu truk, berpengangan pada kaca spion sambil mengancam akan membunuh korban dan meminta truk dihentikan. Setelah beberapa kilometer kondisi jalan rusak akhirnya pelaku memberanikan diri melompat dari truk. "Adanya bukti rekaman CCTV aksi kejadian dalam mobil memudahkan petugas melacak identitas pelaku," paparnya.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Bangalon untuk mengamankan sehingga pada Sabtu (18/11/2023) pelaku berhasil diamankan. "Setelah empat hari bercerai hingga nekat melakukan pembegalan untuk modal mencari dan menghidupi anak istri," jelas dia.
Editor: Maruly Zainuddin