Pejabat Fungsional Medik Veteriner Muda, Cut Meutia menuturkan, pihaknya menerima konsultasi ternak. Seperti kehamilan sapi. "Jadi petugas yang akan memastikan melalui eksplorasi rectal," jelas dia saat dikonfirmasi pada Jumat (27/8/2023).
Disebutkan, eksplorasi rectal adalah salah satu teknik yang digunakan untuk memeriksa sapi atau kerbau betina apakah bunting atau tidak. Serta memperkirakan usia kebuntingannya. "Caranya dengan memasukkan tangan melalui anus untuk memegang uterus atau rahim melalui dinding rektum," jelasnya.
Namun hal demikian, tentunya tidak dilakukan sembarangan hanya petugas memiliki keahlian khusus. "Jadi hanya dapat dilakukan oleh petugas profesional yang telah mengikuti pelatihan nasional dan memperoleh sertifikasi kompetensi serta mendapat izin," paparnya.
Paling tidak memiliki rekomendasi dari dinas terkait yang berwenang sehingga dapat melakukan pemeriksaan kebuntingan. "Kami juga melakukan Introduksi IB (Inseminasi Buatan) pada sapi betina produktif," imbuhnya.
Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan mulai pemeriksaan kebuntingan, sinkronisasi birahi dengan hormon, dan inseminasi buatan. Peningkatan produktivitas sapi dan kerbau yang menjadi andalan ternak penghasil daging melalui inseminasi buatan.
Sehingga dengan meningkatnya populasi sapi dan kerbau, kebutuhan masyarakat akan protein hewani dapat tercukupi. "Secara otomatis meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan peternak," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin