Jendral Lapangan M Taufiq mengatakan, beberapa persoalan yang disuarakan baik secara nasional maupun loka, namun lebih kepada kinerja pemerintah kabupaten yang masih dalam momen HUT ke-24 tahun Kabupaten Kutai Timur.
"Ada sepuluh poin tuntutan yang kami tujukan kepada kinerja bupati dan wakilnya serta satu tuntutan kepada pihak kepolisian atas tindakan represif bagi personelnya," kata Taufiq disela aksi.
Meski pihaknya telah dipersilahkan untuk masuk ke dalam kantor bupati untuk berdialog namun para pendemo bersikukuh untuk tetap diluar.
"Kami sudah sepakat agar tuntutan kami bisa didengar tanpa ada istilah negosiasi atau dikondisikan. Harapannya suara kami bisa didengar," ucap Taufiq lagi.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah dan wakil Kasmidi Bulang serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambangi peserta aksi dan mengajak mereka berdialog
di dalam ruang Meranti Kantor Bupati, namun ditolak.
"Sebenarnya kami sudah menawarkan kepada para mahasiswa untuk melakukan dialog dan tanya jawab di ruangan," kata Ardiansyah.
Ardiansyah juga
menghadirkan sejumlah kepala OPD untuk mempresentasikan terkait isu dan tuntutan para mahasiswa.
"Agar mereka bisa menjawab semua aspirasi yang akan disampaikan mahasiswa," jelas Ardiansyah.
Editor Aspian Nur