Jenderal Lapangan (Jenlap), Zambohari mengatakan, secara umum pihaknya memiliki dua tuntutan isu nasional dan sepuluh isu lokal. Aksi mereka ini sendiri dimulai dari simpang tiga Jalan AW Syahranie kemudian bergerak menuju Bukit Pelangi Sangatta Utara.
"Tindakan represif aparat yang dibenturkan dengan masyarakat di Seruyan di Kalimantan Tengah untuk diadili dan persoalan Galang dan Rempang," jelasnya.
Pihaknya ingin menyuarakan aspirasi sehingga aksi tersebut harus tetap dijalankan. Peserta aksi juga menyiapkan panggung ekspresi, drama musikal, puisi dan lainnya. "Lima anggota kami sempat ditahan dengan dalih melakukan tindakan perlawanan," pungkasnya.
Tuntutan Isu Nasional
1. Tolak pergeseran /perpindahan/relokasi/penggusuran/pengosongan Pulau Rempang dan Galang
2. Mendorong Kapolri untuk mencopot Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan yang bertanggung jawab atas penembak di Desa Bengkal.
Tuntutan Isu Lokal
1. Mendesak ASKB (Ardiansyah Sulaiman - Kasmidi Bulang) segera penuhi 7 komitmennya
2. Segera akui masyarakat hukum adat di Kabupaten Kutai Timur
3. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar menghentikan dan merelokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
4. Menuntut pemerintah untuk mewujudkan keadilan pendidikan di perguruan Kutai Timur
5. Hentikan seluruh proses revisi RTRW Kutim yang melibatkan publik
6. Pemerintah harus menindak tegas perusahaan pengrusak lingkungan
7. Segera penuhi hak korban banjir Sangatta
8. Hentikan serapan APBD di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang terbuang sia-sia bukan untuk kemaslahatan masyarakat
9. Atur ulang tata kelola kebijakan publik yang partisipatif, terbuka dan bertanggung jawab
10. Menuntut Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar segera melakukan reformasi birokrasi untuk efektivitas pelayanan publik
Editor: Maruly Zainuddin