Kepala Dinkes Kutim, Bahari mengatakan, potensi terdampak ISPA bisa terjadi pada penderita dengan memiliki gejala ringan maupun berat. Apalagi ada asap tebal baik dari pembakaran lokal maupun kiriman. "Sangat berpotensi mengidap ISPA apalagi yang sudah ada riwayat asma," jelas Bahrani saat dikonfirmasi pada Selasa (10/10/2023) sore.
Upaya mengantisipasi hal tersebut, warga jelasnya bisa menggunakan pengaman atau masker saat hendak keluar rumah, terlebih saat petugas melakukan pemadaman kebakaran. "Karena asap tebal itu akan menggangu pernafasan. Jadi dalam situasi kebakaran jangan memadamkan api tanpa menggunakan pelindung diri," ulasnya.
Ia mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan juga persiapan dalam menghadapi ancaman karhutla. Pasalnya, karhutla tidak boleh dianggap remeh karena dampaknya tentu sangat buruk, baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan hidup. "Pasalnya asap yang menyebar dari pembakaran dapat menyebabkan penyakit," imbuhnya.
Selain itu, asap kebakaran juga membuat jarak pandang semakin berkurang dikarenakan timbulnya kabut asap, selain ancaman punahnya flora dan fauna. "Berbagai dampak ekologis lain yang sangat merugikan bagi manusia dan kelestarian alam,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin