Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Hasbullah Yusuf mengatakan, keberadaan pabrik semen seharusnya bisa mensejahterakan warga setempat., baik itu pemberdayaan tenaga kerja maupun kemudahan mendapatkan bahan baku semen.
"Paling tidak harga semen bisa terjangkau untuk kebutuhan masyarakat setempat," jelas Hasbullah saat dikonfirmasi Jumat (6/10/2023).
Semen Singa Merah yang diproduksi oleh PT Kobexindo Cement yang dikelola langsung Hongshi Holding harganya ternyata tak jauh berbeda dengan merk lainnya.
"Harusnya lebih murah karena di produksi langsung di daerah tapi nyatanya di beberapa toko harga semen Singa Merah berkisar 70 Ribu hingga 80 Ribu rupiah per sak," jelasnya.
Hal tersebut dibuktikan dengan memperlihatkan kwitansi hasil pembelian semen di sebuah toko bangunan yang ada di Kota Sangatta. "Harganya tidak jauh berbeda dengan semen yang diimpor dari luar. Harusnya lebih murah akses transportasi lebih dekat," paparnya.
Instansi yang berwenang diminta agar segera melakukan evaluasi dan mengatur harga semen lokal yang di pasarkan di sejumlah toko bangunan yang ada.
Terpisah, Pejabat Fungsional, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kutai Timur Achmad Doni Erviady akan mengevaluasi harga semen tersebut.
"Kami mendapatkan laporan mengenai harga semen 'Singa Merah'. Harga bisa tembus Rp 80 Ribu per sak," kata Doni.
Editor: Aspian Nur