Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dua tahun terakhir ini, Pemkab Kutim telah menyalurkan beasiswa Kutim Tuntas dan stimulan dengan menyesuaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus masing-masing.
Khusus untuk kedua perguruan tinggi di bawah naungan Pemkab Kutim salah satunya yakni, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta akan diberi jatah beasiswa bagi lima orang lulusan terbaik untuk melanjutkan jenjang strata dua (S2).
"Kuota beasiswa juga nanti akan disesuaikan dengan biaya UKT. Karena setiap kampus berbeda-beda," jelas Ardiansyah saat membuka acara wisuda STAIS pada Rabu (27/9/2023).
Hal tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tentu tantangan perkembangan zaman saat ini yang diperlukan adanya inovasi dan pembaharuan. "Ke depan kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam menyongsong perpindahan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur," sebutnya.
Sebab dikhawatirkan, tanpa adanya peningkatan SDM segala peluang yang ada tidak mampu diisi oleh para regenerasi yang merupakan penduduk asli daerah.
"Jadi manfaatkan peluang yang ada. Jangan berleha-leha dengan kesempatan yang sudah diberikan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi," harapnya.
Sebelumnya, Ketua STAIS Satriah mengatakan, sejak berdirinya perguruan tinggi tersebut pada 2006 silam mampu mencetak ratusan wisudawan serta wisudawati yang banyak berkontribusi terhadap pembangunan daerah khususnya di bidang pendidikan sebagai guru agama.
"Mahasiswa aktif saat ini berkisar tujuh ratus orang. Beberapa mahasiswa banyak yang berprestasi baik tingkat lokal hingga nasional," ucapnya dihadapan 143 wisudawan.
Adapun daftar lulusan terbaik yakni, Sumarni Febrianti, Oktaviani, Salsabila Annisa Fitri, Febry Endra Shalih dan Ahmad Firdaus.
Editor: Maruly Zainuddin