Diketahui cuaca panas meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik Tengah dan mengurangi curah hujan. El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.
Direktur Utama (Dirut) Perumda TTBKT Suparjan kepada Korankaltim.com menjelaskan, mereka secara rutin mengecek di pinggir sungai untuk memastikan debit air tetap aman. "Dampaknya tidak boleh dianggap sepele makanya rutin dilakukan pengecekan di pinggir sungai untuk pengamatan debit air," jelas Suparjan Selasa (29/8/2023).
Hal itu bertujuan untuk mengetahui kuantitas air baku maupun ancaman intrusi air laut. Terlebih dahulu mengantispasi supaya dampak yang ditimbulkan tidak berpengaruh kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.
"Memang ada penurunan tekanan air yang sudah di pulihkan. Ketersediaan air bersih untuk bahan baku dari segi kuantitas masih aman," sebutnya.
Air laut diketahui belum masuk sehingga masih bisa dipantau terkait pasang surutnya. Sesuai prediksi, puncak kemarau sejak Agustus ini hingga September 2023 bulan depan. Masyarakat pun diharapkan untuk bijak dalam mengelola air dengan mengoptimalkan cadangan atau penampungan.
"Untuk mengantisipasi jika debit air turun akibat kemarau nanti akan dipetakan sesuai kondisi intrusi air laut," tutup Suparjan.
Editor: Aspian Nur