Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum menjelaskan, meskipun pihaknya tengah fokus pengembangan empat komunitas tanpa mengesampingkan komoditas lainnya.
"Kami pilih setidaknya empat komoditas yang fokus untuk dikembangkan sambil menyusul varietas lainnya," kata Dyah saat dikonfirmasi Korankaltim.com Minggu (6/8/2023).
Selain memberikan nilai tambah pada produk juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan besar bagi daerah. Pihaknya akan melakukan trobosan dan inovasi agar program yang masuk dalam skala prioritas daerah bisa segera di wujudkan.
"Target kami Dirjen Hortikultura bisa berkunjung ke Kutim. Kami memiliki komoditas andalan pisang kepok gerecek dan nanas madu," sebut Dyah.
Untuk kebun pisang diatas lahan seluas 5.000 hektar yang sudah masuk pasar ekspor. Sementara nanas madu juga telah digodok. "Kami optimis hingga akhir 2023 ini jumlah ekspor meningkat signifikan," tegasnya.
Meskipun diakui kendala selama ini terkendala proses pengiriman karena di Kutim belum ada pelabuhan yang representatif.
"Selama ini kami mengirim barang lewat pelabuhan di Balikpapan. Secara jarak tempuh beban biaya atau cost lebih tinggi," tutup Dyah.
Editor: Aspian Nur