Hal itu diketahui berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur pada Kamis (18/5/2023)hari ini.
Kabid Kadaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Kutai Timur Muhammad Naim menjelaskan, di Kaubun terdapat tiga desa terdampak yakni, Desa Kadungan Jaya, Bumi Etam dan Pengadaan Baru.
"Banjir di Kecamatan Kaubun dengan ketinggian sekitar 60-70 sentimeter atau diatas lutut orang dewasa," jelas Naim kepada Korankaltim.com sore tadi.
Untuk banjir di Desa Kandungan Jaya sudah terjadi tiga kali dalam kurun waktu dua bulan. Banjir ini disebabkan juga karena naiknya air dan meluapnya sungai pengaruh musim hujan hingga membuat daerah permukiman warga sekitar terdampak.
Warga yang rumahnya digenangi air terpaksa diungsikan ke kantor desa ataupun ke tempat-tempat yang aman. "Alhamdulillah pemerintah desa setempat cepat tanggap berikan bantuan berupa Sembako, dan obat-obatan," kata Naim lagi.
Sementara di Kecamatan Bengalon terdapat empat desa terdampak yakni Desa Sepaso, Sepaso Timur, Sepaso Barat dan Sepaso Selatan. "Untuk total jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir belum ada data resmi dari desa," sebutnya.
Pemicu banjir yang melanda pemukiman warga akibat curah hujan yg turun terus menerus selama lim hari hingga menyebabkan meluapnya air sungai.
"Hingga saat ini ketinggian air terus meningkat. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan beraktifitas seperti biasa, dan belum ada warga yang minta dievakuasi," ucap Naim.
Editor: Aspian Nur