Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,2 episenter gempa terletak pada koordinat 0.71 LU dan 117.75 BT, atau tepatnya berlokasi 35 km Timur Laut Sangatta-Kaltim pada kedalaman 13 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempabumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal," tulisnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Bengalon dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempabumi tersebut.
"Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," urainya.
Namun kepada masyarakat di wilayah Bengalon dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, M Idris Syam Dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pihaknya pun mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dalam siaga bencana.
"Iya memang ada getaran dirasakan warga. Cuma sejauh ini belum laporan dampak yang ditimbulkan," ujarnya saat dihubungi via telepon seluler, malam ini.
Pihaknya pun melakukan monitoring melalui aplikasi deteksi gempa guna memastikan tidak ada gempa susulan yang membahayakan.
"Sejauh ini gak ada laporan korban dan kerusakan bangunan karena posisi gempa di kedalaman 14 kilometer," pungkasnya.
Editor: Rusdianto