Asap tebal membumbung tinggi disertai angin kencang membuat kobaran api semakin besar. Diduga api berasal dari ledakan gas elpiji rumah warga setempat.
Berdasarkan pantauan Korankaltim.com di lapangan, akses masuk ke lokasi kebakaran cukup sempit yang membuat petugas kesulitan menjangkau area terbakar.
Yulius, warga yang rumahnya terdampak kebakaran menyebutkan saat kejadian ia bersama keluarga sedang tidur tiba-tiba ada teriakan kebakaran.
"Pas kami keluar api sudah besar jadi tidak sempat menyelamatkan barang, hanya pakaian di badan saja," kata Yulius di lokasi.
Sejumlah warga juga ikut membantu para petugas untuk memadamkan api yang masih menyala hingga padam. Api cepat merambat karena bangunan sebagian besar barbahan kayu.
"Sejumlah mobil Damkar milik pemerintah dan perusahaan turut membantu hingga akhirnya api bisa padam," jelasnya.
Sejumlah relawan terut membantu melakukan pendataan sejumlah rumah warga yang terdampak untuk mengetahui jumlah kepala keluarga (KK) terdampak.
"Tadi kami sudah melaporkan ke petugas Tagana untuk didata sebagai warga terdampak kebakaran," ucap Yulius.
Editor: Aspian Nur