Adegan itu, rupanya mentenagai buruh di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut untuk berbuat hal yang mungkin saja bakal ia sesali.
Dalam keadaan emosi, HA mengambil pisau dapur dan mengasahnya. Merujuk keterangan Kapolsek Muara Wahau, Iptu Satria Yudha, tak lama setelah HD melintas dengan membonceng mantan pacar HA, rupanya HD yang juga buruh di perusahaan yang sama itu, sudah ditunggu oleh HA.
"Seketika korban pulang melewati rumah tempat tinggal pelaku, di situlah pelaku melakukan aksi penikaman," jelas Iptu Satria, Rabu (29/3/2023) sore.
Masih menurut Iptu Satria, saat HD berusaha kabur, HA tetap mengejar dengan menggunakan sepeda motor hingga terhenti di Blok H 32 Esatate Jabdan 2.
"Pelaku memberhentikan korban dengan menyuruh turun dari sepeda motor. Sedangkan korban mengelak dan masih duduk di atas sepeda motor," beber Iptu Satria.
Karena merasa kesal, HA mencabut pisau dapur dari pinggangnya, dan langsung mengiris leher sebelah kanan rekannya yang baru berusia 25 tahun tersebut.
"Korban sempat berontak lalu pelaku kembali menusuk leher bagian belakang korban, hingga pelaku melarikan diri," tukasnya.
Polisi, kata Iptu Satria baru menurunkan petugas setelah mendapat informasi yang beredar dari ruang diskusi di aplikasi pesan instan WhatsApp.
Berbekal informasi tersebut, Polsek Muara Wahau melakukan penyelidikan hingga melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku, yang belakangan diketahui berinisial HA.
Iptu Satria bilang, HA sempat melarikan diri dan bersembunyi di bandara milik perusahaan. "Karena sudah diketahui petugas akhirnya pelaku menyerahkan diri. Korban dilakukan penanganan dan dirujuk ke RS Kudungga Sangatta untuk perawatan secara intensif," tukasnya.
Editor: Rusdianto