Menanggapi hal tersebut, Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Kutai Timur (Kutim), Muhammad Naim mengonfirmasi bahwa debit air memang mengalami kenaikan sehingga pihaknya tetap melakukan siaga untuk mengantisipasi banjir yang menerjang.
Pihaknya memantau debit air melalui alat ukur yang di pasang oleh pihak Perumda Tirta Tuah Tuah Benua Kutim. Ketinggian air saat ini mencapai 6,49 RL sejak Pukul 16.00 WITA.
Selain itu, pihaknya juga mengarahkan anggota untuk memantau wilayah rawan yang terdampak agar bisa segera dilakukan evakuasi. "Mereka sudah ke lapangan menerjunkan perahu darurat untuk sejumlah titik terdampak," sebutnya.
Pihaknya berharap agar tidak terjadi banjir besar sebagaimana yang telah terjadi pada 2022 lalu. Namun setidaknya masyarakat tetap diminta waspada sebelum ditetapkan status siaga bencana.
"Informasi yang kami terima memang debit air di daerah hulu sudah mulai surut namun di khwatirkan jika terjadi banjir kiriman," ulasnya.
Bahkan, diakui kenaikan debit air tidak hanya terjadi di Kota Sangatta dan sekitarnya tetapi beberapa Kecamatan seperti Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Bengalon.
Terkait potensi banjir besar pihaknya akan melakukan langkah kesiapsiagaan dan melakukan monitoring selama 24 jam.
"Mudah-mudahan tidak terulang banjir seperti tahun lalu. Kami imbau masyarakat tetap siaga dengan mengamankan dokumen penting maupun alat elektronik," tukasnya.
Editor: Rusdianto