Sebagai ketua terpilih, Rudi mengaku akan fokus pembenahan organisasi. Menurutnya tanpa organisasi yang baik maka mustahil bisa berprestasi dengan baik.
"Pastinya kita lakukan pembenahan internal organisasi dulu. Kami akan melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi dengan merangkul semua cabor yang ada," ungkap Rudi, saat hubungi Rabu (22/2/2023) pagi.
Termasuk menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah. Karena tanpa adanya dukungan, pihaknya pasti terkendala dengan pembinaan cabor yang ada.
"Karena tanpa adanya komunikasi dan kerjasama yang baik rasanya sulit untuk memajukan olahraga. Karena muaranya adalah prestasi," ujarnya.
Proses dalam upaya memajukan dunia olahraga dengan menjalankan roda organisasi yang baik dan sehat. Setelah ada pembenahan organisasi baru dilakukan penyusunan program.
"Organisasi KONI ini merupakan pemersatu semua Cabor yang ada. Kalau semua berjalan dengan baik tentu akan melahirkan prestasi," ulasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaskan bahwa pelaksanaan Musorkablub KONI Kutim sesuai regulasi tanpa intervensi pihak manapun.
Sebagimana diketahui, setelah penunjukan ketua karateker yang masa jabatan hanya berlaku tiga bulan. Setelah berakhir maka dilakukan Musorkablub pada Selasa (21/2/2023).
"Mereka sudah menjalankan mekanisme sesuai AD/ART dan proses berjalannya roda organisasi," sebutnya.
Diakhir, Kasmidi menekankan bahwa dalam memajukan olahraga harus berfikir bagaimana langkah kedepan bukan malah melihat kebelakang.
"Fokus bagaimana melihat peluang dan prestasi kedepannya. Prinsipnya kami siap memberikan ruang bagi KONI Kutim sebagai organisasi induk olahraga dan merangkul semua cabor," tutupnya.
Editor: Rusdianto