Hujan deras yang terus turun dalam beberapa pekan terakhir jadi penyebab kerusakan jalan tersebut karena masih berupa tanah sehingga saat terkena air jadi berlumpur.
Camat Muara Bengkal Norhadi saat dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (21/2023) hari ini mengakui adanya kerusakan parah jalan penghubung tersebut.
"Titik terparah di Desa Ngayau yang merupakan akses jalan penghubung ke Muara Ancalong," kata Norhadi.
Untuk proses perbaikan sementara, beberapa pihak ikut terlibat mulai dari Pemerintah Kecamatan Muara Bengkal, Pemerintsh Desa Ngayau, pengusaha koral dan perusahaan perkebunan kelapa sawit setempat.
"Sekarang sudah proses penimbunan batu koral (sirtu) agar akses jalan ini bisa di akses pengendara," ungkapnya.
Ditemui usai mengikuti agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam), Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan akses jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan perioritas dalam skala tahun jamak atau Multiyear Contract (MYC).
"Sudah masuk progresnya tahun ini panjangnya sekitar sebelas kilometer. Peningkatan jalan dengan cor beton nantinya," sebut Ardiansyah.
Pemkab juga sudah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan kajian beberapa titik akses Jalan non status. Artinya bukan masuk ranah kewenangan pemkab, provinsi maupun nasional.
"Kalau tidak salah panjangnya sekitar dua puluh tiga kilometer non status yang selama ini sering dikeluhkan warga. Apabila saat musim penghujan jalannya rusak parah," pungkas Ardiansyah.
Editor: Aspian Nur