Kegiatan operasi keselamatan mahakam 2023 berlaku mulai 7-20 Februari dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan angka korban laka serta pelanggaran lalulintas menjelang Bulan Suci Ramadhan 1444 H.
Kapolres Kutim, AKBP Anggoro Wicaksono dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan analisa dan evaluasi hasil operasi keselamatan Mahakam tahun sebelumnya. Untuk jumlah pelangaran lalu lintas yang ditindak dengan tilang sebanyak 139 pelanggran dan teguran sebanyak 496 pelangaran.
"Tingkat kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Meskipun operasi Mahakam ini hanya berlangsung selama 14 hari," kata Kapolres.
Penindakan yang dilakukan tentu mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta blanko teguran guna meningkatkan simpati masyarakat kepada Polri khususnya Polantas.
"Agar pelaksanaan operasi dapat berjalan efisien dan tepat sasaran," sebutnya.
Seiring wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim tentu berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah kendaraan dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi. Sehingga terus berupaya melakukan inovasi dan edukasi baik eksternal maupun internal.
"Agar dapat meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat guna mewujudkan keselamatan berlalu lintas," sebutnya.
Pihaknya pun menekankan kepada personil agar disiplin dan sinergitas dengan instansi terkait. Senantiasa memberikan ketauladanan kepada masyarakat budaya tertib berlalu lintas.
"Hindari tidakan kontra produktif yang akan merugikan diri sendiri, kesatuan dan institusi," pungkasnya.
Editor: Rusdianto