Personel diminta untuk melakukan patroli dan mengawasi pendistribusian BBM. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite.
Kapolres Kutim, AKBP Anggoro Wicaksono melalui Kasat Samapta, AKP Pujito menuturkan, bahwa tim pengamanan bertugas mengawasi SPBU dan mengontrol antrean agar tidak terjadi kemacetan.
“Memang ada beberapa laporan pengaduan dari masyarakat terkait adanya dugaan pengetap baik pertalite dan solar. Makanya kami kembali melakukan pengamanan,” beber Pujito dikonfirmasi Rabu (18/1/2023) sore tadi.
Selain itu, pihaknya juga mengontrol sejumlah kendaraan dengan tangki modifikasi atau pembelian dengan galon di SPBU. Sebab hal tersebut tidak diperbolehkan atau dilarang. Hasil pantauan, diakui pengisian BBM di SPBU masih berjalan dengan tertib.
"Kami melakukan pengawasan dan melaporkan kondisi di lapangan setiap harinya," imbuhnya.
Pengawasan perlu dilakukan, untuk meninimalisir oknum penimbun. Apalagi saat ini, marak pembelian BBM dalam jumlah besar. Jadi setiap SPBU ada sejumlah petugas yang telah disiagakan.
"Kami minta pemilik maupun pengelola SPBU untuk tidak melayani konsumen untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah yang banyak atau menggunakan tangki modifikasi," bebernya.
Sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak ilegal BBM khususnya solar bersubsidi. Mengimbau apabila ada oknum yang berani melakukan penyelewengan maka akan ditindak tegas sesuai aturan berlaku.
"Upaya meminimalisir dengan memperketat pengamanan SPBU sebagai langkah antisipasi penimbunan BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Rusdi