Kapolsek Bengalon, Iptu Dedik I Prasetyo menuturkan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.
Untuk itu, pihaknya mengimbau agar warga tetap waspada saat keluar atau meninggalkan rumah memastikan kondisinya betul-betul aman.
"Tetap mengecek saluran aliran listrik dan memperhatikan jaringan kelistrikan," beber Dedik saat dikonfirmasi awak media korankaltim.com tadi sore.
Saat ini tim gabungan dan relawan sedang mendirikan tenda darurat dan mengevakuasi korban yang terdampak untuk mencarikan tempat tinggal.
"Tim relawan juga membuka posko bantuan disekitar lokasi kejadian. Sehingga sejumlah bantuan yang masuk akan disalurkan kepada sejumlah korban," ulasnya.
Bahkan, sebagian korban juga ada diungsikan di ruko milik warga. Bahkan diakui, masyarakat setempat bahu-membahu membantu agar para korban dapat memenuhi kebutuhan makan.
"Posko bantuan akan di pusatkan disekitar lokasi kejadian agar bisa segera didistribusikan dan tepat sasaran," ungkapnya.
Bantuan berupa makanan dan baju layak pakai saat ini dibutuhkan sehingga diharapkan peran serta sejumlah stakeholder membantu agar dapat mengatasi dan memberikan solusi pasca kebakaran.
Merespon musibah kebakaran tersebut, Pemkab Kutim turut memberikan bantuan berupa sembako sebagai kebutuhan makanan pokok para warga yang terdampak.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman turut meninjau langsung di lokasi kejadian untuk memberikan semangat ke para korban. Ia memberikan pesan agar masyarakat lebih memperhatikan instalasi listrik sehingga potensi bahaya kebakaran akibat korsleting listrik bisa dicegah.
Penulis: Zulhamri
Editor: Maruly Zainuddin