"Memang kami diminta untuk melakukan program menggerakkan peningkatan ekspor hingga tiga kali lipat dan saat ini sudah dibuktikan dengan adanya komoditas ekspor pisang di Kutim," bebernya.
Meskipun ia mengakui masih banyak yang harus dilakukan pembenahan guna meningkatkan komoditas ekspor salah satunya terbatasnya kontainer. "Untuk ekspor memang harus membutuhkan banyak kontainer," ucapnya.
Bahkan pihaknya telah mencicipi secara langsung hasil olahan pisang kepok milik Gabungan Kelopok Tani (Gapoktan) Berkah Bersama. "Komoditi pisang kepok harus terus dikembangkan, apalagi sudah tembus pasar ekspor," harapnya.
Ditempat yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menuturkan, pisang kepok yang dulunya bukan menjadi favorit akan tetapi dengan berjalannya waktu melalui Gapoktan Berkah Bersama sebagai leading sektor untuk pengembangan tanaman pisang tersebut.
"Untuk pemasarannya itu melalui koperasi TBM (Taruna Bidang Mandiri). Koperasi ini dapat mengumpulkan pisang dari petani dari empat kecamatan terdekat," bebernya.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Berkah Bersama, Priyanto mengungkapkan, pihaknya meminta agar dukungan terus diberikan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.
"Kami minta perbaikan jalan usaha tani agar memudahkan masyarakat mengeluarkan hasil panen," bebernya.
Diakui, pihaknya sudah melakukan ekspor pisang kepok keluar negeri sudah berjalan selama tiga tahun. Pihaknya juga mengharapkan adanya pembangunan industri pengolahan hortikultura di Kutim."Semoga dengan adanya perwakilan pihak Kementerian meninjau langsung di lapangan, segala keluhan kami selama ini dapat direalisasikan," tukasnya.
Penulis: */Zulhamri
Editor: Maruly Zainuddin