Awalnya, jumlah peserta sayembara sebanyak 91 orang yang mendaftar, namun setelah hasil verifikasi terdapat 68 peserta dinyatakan lolos berkas dan kemudian kembali mengikuti seleksi hingga enam finalis.
Enam finalis terbaik tersebut kemudian dilakukan seleksi penilaian yang melibatkan beberapa juri profesional untuk dicari pemenang sayembara. "Jadi logo yang berhasil dimenangkan salah satu peserta sayembara telah dipatenkan untuk menjadi logo RSUD Kudungga secara permanen," bebernya.
Selain itu, pihaknya juga melaunching layanan hemodialisa yakni terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumnya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal yang sudah tak berfungsi dengan optimal. "Semoga bisa membantu masyarakat, baik yang ada di wilayah Kutim maupun dari daerah lain," bebernya.
Sementara, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menuturkan, pelayanan hemodialisa tersebut sangat dibutuhkan oleh para pasien yang biasa berobat di luar Kutim. "Tentunya dapat memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada pasien dan tidak perlu keluar daerah untuk mendapatkan layanan hemodialisa," bebernya.
Pihaknya juga berpesan agar RSUD Kudungga dapat terus meningkatkan fasilitas pelayanan seperti medical chek up (MCU), agar bisa menjadi rujukan masyarakat umum. "Harapan kami agar RSUD Kudungga ini terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Maruly Zainuddin