Ketua Bawaslu Kutai Timur Andi Ahmad Mappasiling mengatakan, kegiatan tersebut selain menjalin silaturahmi dan menjalin keakraban sekaligus berharap agar pers juga melakukan pengawasan partisipatif.
"Pers memiliki kedudukan yang mulia sebagai tonggak dan pilar keempat demokrasi," ucap Andi.
Peran serta sers sangat dibutuhkan dalam ranah demokrasi sehingga keterlibatan dalam pengawasan partisipatif sangat diharapkan dan memiliki peran dalam pengawal demokrasi dengan ranah yang lebih besar.
"Kami sebagai penyelenggara khususnya dibidang pengawasan menjaga proses pemilu yang jujur dan adil,” sebutnya.
Peran media pada Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 sangat membantu Bawaslu dalam bekerja di lapangan.
"Kami cukup terbantu dengan pemberitaan di media terkait temuan pelanggaran di lapangan. Penyebarluasan informasi yang akurat dan kredibel salah satu bentuk pengawasan partisipatif," jelas Andi lagi.
Anggota Bawaslu Kutai Timur yang juga Koordinator Bidang Hukum, Humas, Data dan Informasi Muhammad Idris pada kesempatan itu menyampaikan, dalam kehidupan demokrasi tak lepas dari kebebasan berpendapat dan menyebarluaskan informasi.
"Jadi pers dan media harus memberikan informasi menyejukan yang tidak bikin propaganda yang memicu perpecahan di masyarakat," kata Idris.
Pada prinsipnya pihaknya akan selalu terbuka terkait data dan informasi yang sekiranya diperlukan dalam penyajian pemberitaan. Pihaknya juga siap menerima kritik dan saran jika diperlukan.
"Memang terkadang dalam memberikan informasi khususnya mengenai data sebagian tidak bisa disebarluaskan secara langsung. Tapi hal yang sekiranya sifatnya normatif akan kami sampaikan," pungkas Idris.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur