Sehingga hasil verifikasi data tercatat dari data awal berkisar 5 ribu orang namun yang terpilih sebanyak 4.394 untuk PKL dan warung serta 606 orang nelayan.
"Proses penyaluran sudah kami laksanakan. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kembali ekonomi masyarakat," sebut Heru saat ditemui pada Jumat (8/4/2022).
Diakui, bahwa program Bantuan Tunai bagi PKL dan warung dengan tambahan nelayan sebagai penerima manfaat. Sehingga di tahun 2022, program ini pertama kalinya juga menyasar ke sejumlah nelayan.
"Memang para nelayan kita perlu diberikan bantuan secara tunai yang belum sama sekali mendapatkan BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) yang telah disalurkan TNI/Polri," bebernya.
Wilayah Kutim menjadi salah satu daerah penerima setelah melalui pertimbangan khusus sehingga masuk daftar 212 kabupaten/kota se-Indonesia. Sebagai antisipasi data ganda proses penyaluran difasilitasi dengan sistem informasi data melalui NIK KTP dan KK.
"Semoga program ini dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sebagai upaya pulihkan ekonomi dampak pandemi Covid-19 dan bencana banjir," imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut memberikan apresiasi kepada pihak Kodim 0909/KTM atas penyaluran bantuan tersebut. Sebagaimana diketahui Kabupaten Kutim khususnya wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan banyak warga terdampak banjir.
"Program ini sangat membantu masyarakat. Bagi warga yang sudah menerima silahkan dipergunakan sesuai kebutuhan sebagaimana mestinya," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Supiansyah