Namun demikian, warga belum sepenuhnya pulih dalam musibah ini, sehingga masih memerlukan kebutuhan pokok seperti sembako dan air bersih.
Apalagi air bersih menjadi kebutuhan utama bagi warga pasca banjir sehingga banyak permintaan. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim telah melakukan penyaluran air bersih ke sejumlah lokasi.
"Dengan menggunakan mobil tangki dengan kapasitas sebanyak 15 ribu liter dan didistribusikan ke warga terdampak dan membutuhkan," sebut Kepala Markas PMI Kutim, Wilhelmus Wio Doi, Sabtu (26/3/2022).
Pihaknya akan terus melakukan penyaluran air bersih sampai dengan berakhirnya status tanggap darurat banjir di Kutim. Sehingga dengan adanya pasokan air bersih ini bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
"Mudah-mudahan dapat membantu saudara-saudara kami yang membutuhkan. Kami bergerak atas kemanusiaan untuk membantu sesama," ucap Ewil sapaan akrabnya.
Dalam penyaluran air bersih juga dibantu oleh Perumda Air Minum Kutim sehingga bisa menjangkau wilayah dan titik-titik yang belum terjangkau oleh bantuan apapun.
Untuk diketahui, sejumlah titik penyaluran diantaranya, di Jalan APT Pranoto, Jalan Pertamina KM 5, Gang Mesjid dan Jalan PLN.
Ia menambahkan bahwa saat banjir juga ikut terlibat melakukan evakuasi dengan menurunkan 21 orang personil bersama tim SAR gabungan.
"Kami juga siapkan satu unit mobil ambulans untuk mengevakuasi orang sakit maupun bagi ibu hamil yang mau melahirkan," tutup Ewil.
Penulis: Zulhamri
Editor: Supiansyah