Layaknya pemilu, setiap pembeli diminta agar mencelupkan tangannya ke dalam tinta. Tujuannya agar mereka tidak membeli berulang kali.
Pejabat Fungsional Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Achmad Dony Erviady mengatakan bahwa sebenarnya minyak goreng tidak langka namun harganya di distributor lebih murah.
"Kalau harga di disitributor sebesar Rp14 Ribu per liter. Mereka yang antre takut tidak kebagian saja padahal sudah dijatah masing-masing 4 liter dengan harga Rp56 Ribu," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (4/3/3022).
Sehingga untuk mengawasi antrean, pihaknya dibantu aparat untuk memantau situasi di distributor agar tidak saling berdesakan apalagi kasus Covid-19 masih belum landai.
"Memang untuk penjualan minyak goreng dibuka umum bagi warga. Itu pun untuk sehari saja makanya banyak warga berbondong-bondong untuk mengantre," ujarnya.
Pihaknya akan terus melakukan pantauan ketersediaan stok minyak goreng di sejumlah toko agar tidak terjadi kelangkaan. Memastikan harga telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Meskipun pihaknya tidak memungkiri masih ada saja oknum yang mempermainkan harga.
"Sebenarnya mereka hanya panik untuk kehabisan stok. Padahal baru-baru saja kami mengeluarkan 1.000 kardus. Kalau cuma konsumsi rumah tangga tidak bakal kehabisan. Makanya ke depan perlu ada regulasi lagi," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Supiansyah