"Tidak berlangsung lama dan bangunan yang terbakar diduga dari terowongan tempat pemisahan biji dan tandan," sebut Jelatu saat dikonfirmasi Kamis (6/1/2021).
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian material. Saat kebakaran berlangsung berbunyi alarm panjang menandakan kondisi gawat darurat.
"Semoga kejadian tersebut tidak terulang lagi dan pihak perusahaan lebih berhati-hati," tukasnya.
Dalam peristiwa tersebut lima saksi mata yang juga merupakan karyawan berusaha memberitahu seluruh petugas di lapangan dan memanggil petugas pemadam kebakaran.
Terpisah, Erwin salah seorang karyawan merupakan saksi mata mengatakan saat itu dirinya sedang duduk-duduk di Area Threasing Rump (tempat pemisahan biji sawit dengan tandan).
Kebetulan pada saat melihat ke arah atap bangunan area Threasing Rump api sudah mulai menjalar di bagian atap bangunan Threasing Rump yang terbuat dari fiber.
"Saat kejadian ada dua rekan kami yang sedang bekerja perbaikan pengelasan pergantian riben Triser Conveyor di bangunan tersebut," sebutnya.
Selanjutnya, pihaknya melaporkan ke asisten yang sedang berada di lokasi pabrik, kemudian dilakukan upaya pemadaman api oleh petugas pemadam perusahaan
"Karena api sudah mulai membesar sehingga membakar atap serta dinding bagian samping kiri bangunan Threasing Rump yang terbuat dari fiber," sebutnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan