Namun hal tersebut tak akan lagi dialami masyarakat Kecamatan Busang. Camat Busang, Impung Anyeq mengatakan kini masyarakat sudah memiliki jembatan yang dibangun diatas Sungai Kelinjo.
“Namanya Jembatan Amai Benny Subianto, dibangun perusahaan yang ada disini,” sebut Impung.
Jembatan tersebut dibangun oleh perusahaan kelapa sawit, PT Subur Abadi Wana Agung (SAWA) dan PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM) sebagai bagian dari Cooperate Social Responsibility (CSR) kedua perusahaan tersebut.
Tak main-main, dalam keterangannya, Impung menyebutkan anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan mencapai Rp22 miliar.
“Pemerintah daerah kami enggak punya anggaran membangun jembatan ini jadi waktu dibangun oleh perusahaan ya senang. Apalagi informasinya mau diserahkan ke kami,” sambungnya.
Selain mempermudah akses, keberadaan jembatan juga menjadi penolong bagi perekonomian warga. Bahkan ia menyebutkan jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital akrena bertindak sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di Kecamatan Busang.
Masyarakat menjadi lebih mudah dalam memasarkan hasil perekbunan mereka dari Busang ke Sangatta hingga Samarinda karena selama ini akses masyarakat Busang sangat terbatas.
“Kalau hujan, atau air sedang tinggi sungai ini (Kelinjau) kan jadi kotor, karena banyak kayu. Nah feri enggak bisa jalan, jadi tertunda berhari-hari perjalanan warga ini,” ungkapnya.
Sebelum ada jembatan, masyarakat harus merogoh kocek Rp5 ribu untuk membawa kendaraan sepeda motor mereka menyebrang. Untuk roda 4 dikenakan biaya mulai dari Rp50 sampai Rp75 ribu sekali jalan.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur