Ketua Umum (Ketum) Dekranasda Kutim, Hj Siti Robiah menuturkan kunjungan ke para pengrajin di 18 Kecamatan yang dilakukan secara bertahap. Dengan harapan para pengrajin bisa berkembang dan berdaya saing serta peningkatan taraf ekonomi.
"Kami mendorong bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) lokal agar mampu bersaing," sebut Ketua Dekranasda Kutim.
Pihaknya akan mengiventaris kendala-kendala yang ada di lapangan. Baik segi pembiayaan bahan baku maupun pemasaran. Termasuk sisi kualitas untuk memberikan peningkatan terhadap produk kerajinan lokal.
Selain itu, pihaknya meminta peran serta pihak perusahaan untuk membantu dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui produksi kerajinan yang dihasilkan.
"Para pengrajin terus kami dorong dan membantu kendala yang dihadapi. Tidak hanya dari sisi pembiayaan tetapi juga dari sisi kualitas yang memang harus lebih ditingkatkan," bebernya.
Hingga kini pihaknya telah mengunjungi sebanyak tujuh Kecamatan. Pihaknya akan keliling 18 Kecamatan secara bertahap.
Kunjungan di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda pada Jumat (17/9/2021).
Sebelumnya, Dekranasda Kutim telah berkunjung di Kecamatan Bengalon, Kaliorang, Kaubun, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Dipimpin oleh ketua Bidang Promosi Dekranasda Kutim, Hj Tirah Satriani.
Dengan mengangkat produk-produk olahan dari masyarakat yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Memberikan peluang kepada pelaku usaha dan pengrajin untuk meningkatkan berproduksi.
Sehingga dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari pihak perusahaan seperti PT Kaltim Prima Coal, PT Pamapersada serta Astra Group yang selalu mendampingi kegiatan ini," sebutnya.
Ketua Harian Dekranasda Kutim, Warni menuturkan akan melakukan pemetaan jumlah pengrajin yang ada di wilayah Kutim.
"Kami ingin para pengrajin berkembang dan berdaya saing. Kami berupaya membantu dalam hal peningkatan SDM dan pemasaran," bebernya.
Diakui, memang dominan menjadi kendala para pengrajin terkait bahan baku dan pemasaran sehingga perlu ada dorongan dengan menggandeng perusahaan yang ada.
"Kendala yang dominan memang dari segi pemasaran. Mereka produksi barang namun bingung mau dipasarkan ke mana. Kami akan memetakan kategori produk per kecamatan. Bagi tahap pemula kami akan lakukan pelatihan peningkatan sumber daya," tukasnya
Perwakilan CSR Section Head PT Pamapersada Nusantara Site KPCS-Sangatta, Yasser Pramana menuturkan telah melakukan pendampingan UMKM untuk memproduksi sejumlah kerajinan olahan rumah tangga seperti batik, manik-manik, anjat, dan sebagainya.
"Kami melakukan kolaborasi untuk pengembangan UMKM yang ada di Kutim. Tentu kami sangat mendukung peningkatan para pengrajin lokal yang mampu berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan," tandasnya.
Penulis : Zulhamri
Editor : Bambang Irawan