Korban
yang terlebih dulu tiba di lokasi menggantung ayunan atau hammock.
Namun ternyata salah satu pohon yang digunakan untuk pengikat tali sudah
mati dan lapuk, sehingga rebah menimpa korban.
"Kejadian
sekitar pukul 10.00 WITA. Korban asyik rebahan di ayunan hingga tak
menyangka pohon telah menimpanya. Rekannya yang menyaksikan sedang
berdiri di sampingnya," ucapnya Rihard Minggu (12/9/2021) sore.
Waktu
itu, korban sambil mengobrol dan sesekali mengayunkan dirinya dengan
menggunakan kaki. Diduga tak kuat menahan beban kemudian pohon yang
diikatkan menghantam di bagian tubuh korban hingga tak sadarkan diri.
Saat
tertimpa pohon posisi korban terlentang dan batang pohon menindih wajah
hingga dada korban. "Dalam keadaan kritis hingga tak berselang lama
korban meninggal di tempat," ungkapnya.
Korban mengeluarkan darah di bagian mulut dan hidung, rekan korban berusaha mengangkat batang pohon mati tersebut.
"Korban
terlihat bernapas lalu kemudian rekannya pergi meminta bantuan warga
sekitar untuk mengangkat korban dan memindahkan korban namun nyawanya
tak bisa diselamatkan lagi," tuturnya.
Berdasarkan hasil olah
Tempat Kejadian Perkar (TKP) terdapat luka memar di wajah bagian kanan
serta keluar darah dari hidung, telinga dan mulut. "Korban bertempat
tinggal di Desa Kaliorang," tutupnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan