"Kejadian diperkirakan jam tujuh pagi tadi. Kami sudah mengecek di lokasi untuk memastikan kondisi sesungguhnya," kata Mulyadi saat di konfirmasi Selasa, (29/6/2021) hari ini.
PDAM terpaksa harus menghentikan sementara pelayanan air akibat kerusakan tersebut. Penghentian aliran air juga dilakukan guna memperlancar dan memaksimalkan proses perbaikan.
"Distribusi air kami stop dulu selama perbaikan. Kami lagi mencari kapal sebagai armada. Sekarang kapal lagi full dipakai semua. Semoga dapat segera teratasi," harapnya.
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTBKT), Suparjan didampingi Kepala Bagian Teknik Rudiansyah mengintruksikan pihaknya segera mengurai permasalahan tersebut sehingga alat di intake tidak tenggelam dan pelayanan dapat segera pulih kembali.
"Terpenting panelnya diselamatkan dulu dan segera tambah drumnya agar tidak mudah oleng atau rebah," kata Suparjan.
Floating intake merupakan bangunan atau alat untuk mengambil air dari sumber air baku, memiliki struktur intake yang diletakkan di atas sebuah pelampung yang terapung dan bergerak naik turun mengikuti fluktuasi permukaan air.
Pada umumnya floating intake terdiri dari bangunan intake yang dilengkapi dengan pelampung. Intake berupa saluran bundar yang lengkap dengan screen guna menyaring material kasar.
"Ada pula strainer yang merupakan saringan halus pada ujung pipa, kemudian pipa fleksibel, lalu pompa hisap, dan gate valve," tutup Suparjan.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur